Keterlibatan Jepang Dalam Perang Dunia II

 Keterlibatan Jepang Dalam Perang Dunia II 

Alasan Jepang terlibat dalam Perang Dunia Ke-2

Jepang pernah menutup diri selama ribuan tahun terhadap dunia luar. Selama masa isolasi itu, orang Jepang tidak diperbolehkan meninggalkan Jepang, begitu juga dengan orang asing yang tidak diperbolehkan masuk. Namun, untuk pertama kalinya pada tahun 1854, Komodor Matthew Perry dari AS mendesak Jepang untuk mengakhiri masa isolasi dari dunia. 

Kedatangan Matthew Perry menarik perhatian Jepang, memaksa pemerintahan Tokugawa untuk diakhiri. Setelah kejatuhan Tokugawa, banyak anak muda Jepang yang dikirim ke negara lain untuk menerima pendidikan dan membawa pembaharuan ke Jepang. Jepang berhasil memodernkan pemerintahan & militernya, bahkan mengalahkan 2 negara raksasa: (Cina dan Rusia). 

Setelah Perang Dunia I, Jepang sebagai sekutu Inggris berada di pihak pemenang. Namun, dengan adanya perlombaan industri militer tidak sehat setelah Perang Dunia I, menjadi pemicu terjadinya konferensi internasional pada tahun 1921-1922. Dalam konferensi tersebut, semua negara diharuskan untuk membatasi armada tempur. 

Alasan utama Jepang ikut serta dalam Perang Dunia ke-2 dikarenakan oleh bangsa lain yang menganggap bahwa Jepang lebih rendah dari mereka. Alias menganut pemahaman “Fasisme”. Yaitu paham yang mendasarkan prinsip kepemimpinan dengan otoritas yang mutlak/absolut di mana perintah pemimpin dan kepatuhan berlaku tanpa pengecualian menjadi sangat penting dalam ideologi fasis, karena ideologi ini selalu membayangkan adanya musuh, sehingga pemimpin dan militer harus kuat menjaga negara. 

Perang Dunia ke-2 berlangsung selama 6 tahun, antara tahun 1939-1945. Namun, Jepang baru berpartisipasi secara aktif dalam Perang Dunia ke-2 pada tahun 1941. Bergabungnya Jepang dalam Perang Dunia ke-2 ditandai dengan jatuhnya bom di Pearl Harbour, Hawaii pada 8 Desember 1941. Saat itu Hawaii belum menjadi bagian dari Amerika Serikat tetapi sudah menjadi pusat pangkalan militer Amerika Serikat. 

Lebih dari 400 pesawat tempur imperialis Jepang menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Pearl Harbour. Serangan di Pearl Harbour dilakukan secara spontan tanpa adanya peringatan maupun deklarasi perang. Sebagai sebuah negara Asia yang tidak ada kepentingan apapun dalam politik dunia, banyak negara bertanya-tanya apa alasan Jepang mendadak menyerang salah satu negara superpower di dunia. Bagaimanakah Jepang memiliki keberanian seperti itu? 


            Anggota Faksi perjanjian, Admiral Yonai bersama rekan-rekannya, tahu betul akan kekuatan industri Amerika Serikat dan khawatir akan tindakan Jepang tersebut. Di tahun yang sama pada 1939, setelah selesai berperang dengan Cina, pemimpin dan masyarakat Jepang memiliki nafsu lebih besar akan menyerang Asia Tenggara. Berbeda dengan Admiral Yonai dan kawanannya yang yakin Jepang tidak akan memenangi perang dengan Inggris dan Amerika Serikat, karena saat itu Jepang belum bisa memproduksi keperluan perang seperti kedua negara adidaya tersebut. 

Untuk berhasil melawan kedua negara adidaya tersebut, Jepang mencoba untuk bersekutu dengan Hitler dari Jerman. Namun, Admiral Yonai dan admiral lainnya tidak setuju atas persekutuan Jepang dengan Hitler, karena mereka paham betul bahwa Hitler memandang rendah orang-orang Asia. Pada mulanya strategi Jepang ter  bilang berhasil dan sukses, tetapi disaat yang bersamaan situasi politik Jepang mengalami masalah. Politik Jepang terguncang disaat Menteri AD menolak untuk mengirim penggantinya dan menuntut pemunduran diri Admiral Yonai dikarenakan Pemerintahan Jepang terlalu dikuasai oleh militer. 

PM Jepang selama WWII 

Demi memuluskan aksi Jepang di Perang Dunia II, Admiral Yonai tidak punya pilihan dan terpaksa memundurkan diri. Pemunduran Admiral Yonai mendorong penandatanganan Pakta Berlin dengan Jerman dan Italia pada 27 September 1940 yang membentuk persekutuan di masa Perang Dunia II. Persekutuan Jepang tersebut membuat Amerika Serikat mengenakan embargo terhadap Jepang dan menghentikan expor baja, minyak, juga membekukan semua harta Jepang di Amerika Serikat. 

Setelah Amerika mengentikan semua expor ke Jepang dan membekukan harta Jepang, markas besar militer Jepang mulai fokus bergerak merancang strategi penyerangan terhadap Inggris dan Amerika Serikat. Perancangan strategi perang Jepang dilakukan oleh para perwira muda menengah (sekelas mayor & letkol) yang masih sembrono, radikal, dan ultra-nasionalis. Bagi para perancang strategi perang Jepang, mereka hanya merancang strategi berdasarkan kejayaan harga diri Jepang tanpa adanya analisis untung-rugi. Perang melawan Amerika Serikat bersifat heroik, dan hal ini didukung dengan semangat bushido. 

Strategi perang yang disusun mengarahkan Jepang untuk menuju jalan peperangan dimulai dengan menjajah wilayah Asia Tenggara. Setiap kali Kementerian Jepang membahas perang melawan Amerika Serikat dan Inggris, orang-orang kementerian cenderung memberikann opini ambang dibanding membicarakannya secara terang-terangan. Hal ini tercermin dari sikap Kaisar Hirohito, Pangeran Fumimaro Konoe dan PM (Perdana Menteri) Hideki Tojo saat itu yang tidak memberikan komentar apapun. Para petinggi Jepang sadar betul betapa mustahilnya untuk memenangkan perang dengan negara adidaya, sehingga Pangeran Konoe mengajukan pertemuan langsung dengan Presiden Roosevelt. 

Semua pihak pada saat itu menyambut gagasan Pangeran Konoe dengan positif dan cenderung setuju. Para petinggi militer Jepang juga menyambut hal tersebut dengan cukup baik, mereka tahu betul bahwa semangat bushido saja tidaklah cukup untuk memenangkan perang tersebut. Dalam rencana pertemuan dengan Presiden Roosevelt, skenario yang dibuat hanyalah mengenai perdamaian saja, namun hal ini terjadi tidak terjadi sesuai dengan rencana. Pangeran Konoe yang tidak dapat memutuskan antara perdamaian dan penyerangan Amerika Serikat, memilih untuk mengurung diri di kantornya. 

Ketika Pangeran Kanoe mengurung diri, agenda dan proposal dikerjakan oleh anak buahnya di Kementerian Luar Negeri. Semua yang dikerjakan anak buahnya tidak ada pengawasan langsung dari Pangeran Kanoe, sehingga membuat Kaisar Hirohito bingung dan marah atas kedua agenda tersebut. Kemudian, Kaisar Hirohito memang  gil anaknya dan meminta penjelasan, namun Pangeran Kanoe tidak dapat menjelaskan sehingga Kaisar Hirohito memanggil Kastaf AD & AL. Penjelasan dari semua pihak yang dipanggi menjadi belibet sehingga banyak jendral dan menteri menuntut keputusan kaisar atas peperangan di dalam petemuan kabinet.

Disaat yang bersamaan dengan pengeboman Pearl Harbor, Jepang juga memasuki dan menyerang wilayah Filipina, Malaysia, Singapura, Hong Kong, dan Thailand. Kemudian, pada tanggal 11 Januari 1942, Pasukan Jepang masuk ke wilayah Indonesia melalui Tarakan, Kalimantan Timur. Jepang memanfaatkan kemenangannya dalam Perang Asia Timur Raya untuk menguasai, menyiksa, dan mengambil keuntungan dari masyarakat Indonesia. 

 

Tokoh & organisasi penting Pemerintahan Jepang

Tokoh (Hirohito) 

Kaisar Hirohito adalah pemimpin Jepang selama Perang Dunia II dengan masa pemerintahan terlama, yakni selama 63 tahun (1926-1989). Selama Perang Dunia II, Jepang bersekutu dengan Jerman dan Italia untuk membentuk kekuatan Poros, dan kemudian menyerang hampir semua negara tetangganya di Asia.  



Namun, Hirohito tidak pernah didakwa dengan kejahatan perang Jepang selama Perang Dunia II dan tetap berkuasa sampai kematiannya pada tahun 1989.  

Keterlibatan Jepang dalam Perang Dunia II dimulai saat Jepang masuk Blok Poros yang dipimpin Jerman dan Italia. Pada pertengahan 1944, para pemimpin militer Jepang mulai menyadari bahwa posisi negara mereka dalam Perang Dunia II dalam bahaya. 

        Pada 15 Agustus 1945, Kaisar Hirohito mengumumkan di radio bahwa Jepang telah menyerah. Dengan demikian, Hirohito tidak pernah diadili, tidak seperti tentara Jepang yang dituduh sebagai penjahat perang. Setelah Perang Dunia II, Kaisar Hirohito terus dihormati oleh Jepang, dan dia melakukan perjalanan untuk mengawasi pembangunan kembali negara tersebut. 

  

Organisasi (Heiho) 

Salah satu organisasi militer yang didirikan Jepang adalah Heiho yang didirikan pada April 1943. Heiho adalah klan pembantu Jepang yang beranggotakan anak-anak muda berusia 18 hingga 25 tahun yang memiliki pendidikan dasar minimal.

Dari segi status, heihai menjadi bagian dari militer Jepang, baik di angkatan darat maupun angkatan laut. Sebagai bagian dari angkatan bersenjata Jepang, Heiho digunakan di berbagai medan pertempuran melawan Sekutu, seperti Kepulauan Solomon, Filipina, dan Indochina.  

Akhir Jepang dari perang dunia ke-2

Menyerahnya Jepang pada bulan Agustus 1945 menandai akhir Perang Dunia II. Angkatan Laut Kekaisaran Jepang sudah menyerah dan tidak ada dilautan mana pun sejak Agustus 1945.  Kemudian, pada 6 Agustus dan 9 Agustus 1945, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom ke dua kota di jepang bernama Kota Hiroshima dan Kota Nagasaki. Pada 9 agustus, Uni soviet melancarkan penyerangann terhadap koloni jepang secara mendadak karena melanggar Pakta Netralitas Soviet–Jepang.  


            Pada tahun 1945, Jepang telah hampir dua tahun berturut-turut mengalami kekalahan berkepanjangan di Pasifik Barat. Pada Juli 1944 setelah Saipan jatuh, Jenderal Hideki Tōjō diangkat sebagai perdana menteri oleh Jenderal Kuniaki Koiso yang menyatakan Filipina sebagai tempat pertempuran berikutnya yang menentukan. Setelah Filipina jatuh, giliran Koiso yang diganti oleh Laksamana Kantarō Suzuki. Pada paruh pertama tahun 1945, Sekutu berhasil merebut Iwo Jima dan Okinawa. Setelah diduduki Sekutu, Okinawa dijadikan daerah singgahan untuk menyerbu ke pulau-pulau utama di Jepang. Pasca kekalahan Jerman, Uni Soviet diam-diam mulai mengerahkan kembali pasukan tempur Eropa-nya ke Timur Jauh, di samping sekitar empat puluh divisi yang telah ditempatkan di sana sejak tahun 1941, sebagai penyeimbang kekuataan jutaan Tentara Kwantung

Dampak perang dunia ke-2 bagi Jepang

Perang Dunia ke II sangatlah berdampak bagi Jepang karena Jepang turut ikut andil dalam perang dunia ke II. Dalam Perang Dunia ke 2 Jepang mengalami kekalahan karena Jepang di jatuhkan bom oleh pihak – pihak sekutu. Terdapat dua kota yang di jatuhkan bom oleh sekutu yaitu Kota Hiroshima dan Kota Nagasaki. Hal ini mengakibatkan Jepang mengalami krisis ekonomi, politik dan pendidikan, pasca jatuhnya bom. 


            Namun, kejatuhan atau krisis yang dialami Jepang tidak berlangsung lama. Dalam waktu yang cukup singkat, Jepang berhasil bangkit dari keterpurukan. Bahkan, pemulihan Jepang terbilang lebih cepat dibanding dengan negara – negara yang lain yang ikut serta dalam perang dunia ke II. Kebangkitan Jepang dalam bidang pendidikan, ekonomi dan politik ini mulai pada tahun 1945 hingga 1965. Kebangkitan Jepang dimulai dengan diubahnya seluruh sistem pendidikan menjadi modern dan demokrasi. Selain itu, sistem pendidikan Jepang menjadi satu jurusan yang sama dalam memperlakukan kaum wanita dan pria dengan setara.  

Source: 

·        https://www.zenius.net/blog/perang-dunia-ii-jepang   

·       https://id.wikipedia.org/wiki/Zaman_Meiji#:~:text=Restorasi%20Meiji%20yang%20terjadi%201868,keuangan%20bagi%20pemerintah%20yang%20baru.  

·        https://id.wikipedia.org/wiki/Fasisme  

·      https://www.kompas.com/stori/read/2022/11/25/170000079/siapa-kaisar-jepang-pada masa-perang-dunia-ii-?page=all  

·        https://www.kompas.com/stori/read/2022/11/25/170000079/siapa-kaisar-jepang-pada-masa-perang-dunia-ii-?page=all#:~:text=Kepemimpinan%20Hirohito%20pada%20masa%20Perang,tahun%20(1926%2D1989).  

·        https://www.kompas.com/stori/read/2023/02/02/160000879/kedudukan-heiho-dalam-angkatan-perang-jepang?page=all  

·        https://www.kompasiana.com/rendi17021/61bb2e6d1573953a164d8a33/dampak-perang-dunia-ii-di-eropa-terhadap-kebangkitan-jepang-pada-tahun-1945-1965#:~:text=Dampak%20dari%20adanya%20perang%20dunia,yaitu%20Kota%20Hirosima%20dan%20Nagasaki.  

·        https://www.kompas.com/stori/read/2022/01/05/100000779/latar-belakang-jepang-terlibat-dalam-perang-dunia-iiutm_source=Various&utm_medium=Referral&utm_campaign=Top_Desktop  

·        https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6268681/kilas-balik-2-september-dalam-sejarah-berakhirnya-perang-dunia-ii  

·        https://www.zenius.net/blog/perang-dunia-ii-jepang 

·        https://www.idntimes.com/science/discovery/ines-sela-melia-s/penyebab-jepang-terlibat-di-perang-dunia-exp-c1c2?page=all 

 


Comments